Foto: Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jalan Pengeracikan Nomor 3C, Kedonganan, Kabupaten Badung, tepatnya di kawasan Restaurant Kampung Seafood, pada Rabu, 10 Desember 2025.
Badung, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi bangsa yang bermartabat dan berintegritas melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Upaya tersebut kembali dilakukan di Jalan Pengeracikan Nomor 3C, Kedonganan, Kabupaten Badung, tepatnya di kawasan Restaurant Kampung Seafood, pada Rabu, 10 Desember 2025.
Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema “Melalui Penguatan UMKM untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan” ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Sejak awal kegiatan, warga terlihat aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, hingga menyimak sesi penguatan UMKM berbasis digital yang dinilai relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir Kedonganan.
Dalam kegiatan tersebut, Demer yang juga Ketua DPD Golkar Provinsi Bali tidak hanya menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga membekali masyarakat dengan pemahaman digital marketing. Untuk memperkuat materi tersebut, Demer menggandeng Kurniawan Joko, praktisi digital marketing, sebagai narasumber. Langkah ini bertujuan agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tidak sekadar menjadi konsumen di tengah derasnya arus perdagangan digital, melainkan mampu menjadi pelaku aktif yang berdaya saing.
Adapun Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila sebagai dasar ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita harus menerapkan empat pilar bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tercipta kerukunan antar umat beragama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif agar nilai-nilai luhur bangsa benar-benar dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar bukan hanya materi yang kita dengungkan, tetapi pedoman hidup berbangsa. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus benar-benar hadir dalam perilaku dan keseharian masyarakat.”
Demer juga menegaskan pentingnya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi generasi muda sebagai benteng menghadapi ancaman disintegrasi bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sangat penting dipahami guna memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda guna mencegah terjadinya disintegrasi bangsa,” katanya.
“Kita ingin generasi muda tumbuh dengan wawasan kebangsaan yang kuat, tidak mudah terpecah oleh informasi yang menyesatkan. Sosialisasi ini adalah bagian dari ikhtiar menjaga keutuhan bangsa, terutama di Jawa Barat yang sangat beragam,” tambahnya.
Sementara itu, pada sesi penguatan UMKM, Kurniawan Joko memaparkan berbagai strategi praktis berjualan secara online. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi digital marketing. Warga dan pelaku UMKM setempat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena dinilai tidak hanya memperkuat wawasan kebangsaan, tetapi juga memberikan bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. (kbs)

