Foto: DPD HIPPI Bali borong 3 penghargaan di Rakernas ke-2 Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Yogyakarta pada 10 November 2025.
Yogyakarta, KabarBaliSatu
Rakernas ke-2 Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang digelar di Yogyakarta pada 10 November 2025 menjadi panggung penting bagi kebangkitan organisasi pengusaha pribumi di Indonesia. Forum nasional yang mengangkat tema besar Tumandang (Segera Bertindak), Gumregah (Bangkit dengan Semangat), dan Migunani (Bermanfaat bagi Sesama) ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat. Sementara itu, delegasi HIPPI Bali tampil menonjol melalui serangkaian pencapaian yang menegaskan kekuatan konsolidasi organisasi serta kedalaman program kerja yang telah mereka bangun selama dua tahun terakhir.
Sejak berdiri pada 26 September 2023, HIPPI Bali berkembang pesat menjadi salah satu DPD paling aktif dan progresif. Keikutsertaan mereka dalam Rakernas kali ini bukan sekadar menghadiri agenda nasional, tetapi menjadi momen pembuktian dari kerja keras yang dilakukan secara terstruktur oleh DPD dan seluruh DPC di sembilan kabupaten/kota.
Pada malam puncak Rakernas II, HIPPI Bali berhasil membawa pulang tiga penghargaan nasional sekaligus. Penghargaan pertama diberikan untuk kategori Inovasi Program Unggulan, sebuah pengakuan atas keberhasilan HIPPI Bali membangun ekosistem program yang menyentuh berbagai lapisan, dari pendidikan, pemberdayaan lokal, hingga pembangunan fondasi ekonomi hijau.
Penghargaan kedua diberikan pada kategori Individu Pengurus Teraktif, yang menunjukkan bahwa gerakan HIPPI Bali tidak hanya berakar pada kebijakan organisasi, tetapi juga pada militansi kader-kadernya yang aktif bekerja di lapangan.
Sementara penghargaan ketiga, The Best Costume pada Gala Dinner Rakernas, memperlihatkan sisi kreatif dan identitas kultural yang selalu dibawa oleh delegasi Bali dalam forum-forum nasional.
Tiga penghargaan ini menjadi simbol bahwa HIPPI Bali tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga produktif, kreatif, dan terstruktur dalam menjalankan agenda organisasionalnya.
Menghadiri Rakernas kali ini, HIPPI Bali dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPD, Dr. Gung Tini Gorda, bersama jajaran pengurus lainnya, seperti: I Dewa Ayu Supartini – Ketua DPC Bangli, Istiningdyah B. Pertiwi – Bidang Hukum, Organisasi & Kemitraan DPD Bali, I Gusti Agung Istri Mas – Anggota Bidang Hukum, Organisasi & Kemitraan DPD Bali, Putu Ayu Sari Merta – Bidang Pariwisata, Budaya & Ekonomi Kreatif DPC Bangli, Ayu Evitasari – Bidang Perdagangan & UMKM DPD Bali, I Made Suandana – Wakil Ketua DPD Bali, Ni Nyoman Westri – Bidang Pariwisata DPD Bali, dan I Dewa Ayu Eka Taris Wahyuniati – Sekretaris DPC Bangli. Ini bukan sekadar kehadiran simbolis, melainkan representasi kekuatan kolektif yang telah dibangun lewat konsolidasi organisasi sepanjang 2024–2025.
Konsolidasi tersebut meliputi:
• Pembentukan DPC HIPPI di seluruh kabupaten/kota se-Bali
• Pertemuan tim perumus hasil Rakerda pertama
• Pertemuan dengan Dewan Penasehat dan Dewan Pertimbangan
• Pengukuhan resmi melalui pemasangan pin kehormatan
• Penguatan identitas organisasi dengan tema nasional Pribumi Berkarya, Indonesia Jaya
Kehadiran penuh jajaran Bali dalam Rakernas menunjukkan bahwa HIPPI Bali bukan sekadar DPD yang aktif, tetapi juga harmonis, solid, dan siap memainkan peran strategis di tingkat nasional.
Secara khusus, HIPPI Bali mendapatkan perhatian besar berkat rangkaian program kerja yang berlandaskan visi menjadikan Bali sebagai Pusat Ekonomi Hijau Indonesia. Program-program yang dipresentasikan dalam Rakernas menggambarkan kedalaman gagasan sekaligus keselarasan dengan isu pembangunan berkelanjutan.
1. Pilar Keberlanjutan – Pendidikan dan Ekosistem Bisnis Hijau
HIPPI Bali memaparkan berbagai program unggulan, antara lain:
• Pembentukan program Eco Preneur bekerja sama dengan STIE Satya Dharma
• Pendirian Yayasan Pribumi Berkarya sebagai wadah generasi muda
• Peluncuran Eco Campus sebagai pilot project pendidikan hijau
• Inisiasi lima Locus Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Buleleng, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung
• Pembinaan generasi wirausaha melalui SMKN 1 Mas Ubud
• Sosialisasi organisasi melalui kerja sama dengan RRI Denpasar
2. Pilar Kemakmuran – Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Program ini meliputi:
• Tanam Padi Sehat Pribumi
• Catering Ajengan Pribumi Bersinar
• Pekenan Pribumi Pang Pade Payu
• Pasar Bersama yang menjadi ruang integrasi produk anggota
• Peran HIPPI sebagai pemasok melalui Pasar Induk Pemerintah HIPPI
3. Pilar Pelestarian Lingkungan – Gerakan Hijau Berkelanjutan
Kegiatan yang dijalankan:
• Kampanye wajib pupuk organik dalam sektor pertanian
• Pengembangan konsep Eco Temple
• Gerakan Tanam Pohon Bersama untuk memulihkan ekosistem Bali
Rangkaian program ini menjadi alasan kuat mengapa HIPPI Bali meraih penghargaan “Inovasi Program Unggulan” dalam Rakernas, sekaligus menegaskan bahwa konsep ekonomi hijau yang mereka usung bukan sebatas jargon, melainkan gerakan yang benar-benar dilaksanakan.
Dua pekan sebelum Rakernas, seluruh pengurus HIPPI Bali menggelar konsolidasi besar pada 26 Oktober 2025 lewat Rakerda perdana DPD HIPPI Bali. Momentum ini dijadikan titik peneguhan tekad bahwa HIPPI Bali memasuki babak baru: bergerak dengan pendekatan kolaboratif melalui semangat Sinergi Pang Pade Payu.
Pertemuan itu menjadi fondasi yang membawa energi besar dalam delegasi Bali menuju Rakernas di Yogyakarta. Strategi ini terbukti efektif karena semangat kolektif tersebut berbuah prestasi tingkat nasional.
Ketua DPD HIPPI Bali, Dr. Gung Tini Gorda, menjelaskan bahwa Rakernas kali ini kembali meneguhkan komitmen HIPPI dalam mendorong pengembangan ekosistem UMKM dan memperkuat arah hilirisasi.
“Rakernas kedua ini pada dasarnya merupakan agenda pertanggungjawaban dan pemaparan program kerja DPP HIPPI, seperti biasanya. Tahun ini, Rakernas digelar di Jogja pada tanggal 10 November 2025. Pemilihan tanggal itu dimaksudkan untuk kembali menguatkan komitmen HIPPI terhadap pengembangan ekosistem UMKM, khususnya dalam konteks hilirisasi,” ujarnya.
Menurut Gung Tini Gorda, Yogyakarta dipilih karena memiliki sejarah kuat dengan berbagai deklarasi penting seperti Hari Pemuda dan Hari Ibu. “Jogja dipilih karena kota ini memiliki sejarah kuat… sehingga dianggap membawa energi dan suasana yang positif. Semangat inilah yang ingin dibawa HIPPI untuk menggerakkan organisasi agar bangkit dan bermanfaat bagi banyak orang,” jelasnya.
Terkait tiga penghargaan yang berhasil diborong HIPPI Bali, Gung Tini Gorda menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat organisasi dalam mewujudkan ekonomi hijau. Implementasi awal dari komitmen tersebut telah melahirkan produk strategis seperti beras sehat pribumi, yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. HIPPI Bali memandang bahwa penguatan SDM adalah langkah mitigasi utama dalam membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.
“Implementasi awal dari komitmen itu bahkan telah melahirkan produk strategis seperti beras sehat pribumi. Langkah ini merupakan strategi dasar untuk memperkuat SDM, karena HIPPI Bali menilai bahwa perbaikan SDM adalah mitigasi utama dalam pembangunan ekonomi hijau,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif HIPPI Bali selama dua tahun terakhir.
Setelah kembali dari Rakernas, HIPPI Bali langsung melakukan konsolidasi dengan seluruh ketua DPC untuk menurunkan hasil Rakernas ke dalam program nyata.
“Setelah mendapatkan tiga penghargaan tersebut, kami berdiskusi dengan para ketua DPC untuk menjadikan prestasi ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai motivasi… sehingga setiap kegiatan usaha diarahkan menuju praktik ekonomi hijau,” tutur Gung Tini.
Ada beberapa langkah strategis yang disepakati:
• Seluruh usaha di bawah HIPPI diarahkan menuju praktik ekonomi hijau.
• Pengurangan sampah plastik melalui sistem daur ulang.
• Memperkuat tanggung jawab lingkungan sebagai bagian dari budaya organisasi.
Semua itu dipersiapkan untuk menyongsong usia emas HIPPI pada 17 Agustus 2026, ketika organisasi berusia 50 tahun.
Untuk program kerja tahun 2026, HIPPI Bali mengembangkan dua program unggulan:
1. Tri Hita Karana Tourism
Konsep ini dibangun melalui klaster wisata di Bali Barat, Bali Tengah, dan Bali Timur, dengan pilot project dimulai dari kawasan Puri. “Wisata Puri” akan mengangkat kekayaan kuliner, budaya, seni, serta kearifan lokal sebagai pemicu terciptanya harmoni Tri Hita Karana dan memperkuat ekonomi hijau.
2. Wellness Tourism
Program ini dirancang untuk menjawab tren wisata kesehatan yang terus berkembang di Bali. HIPPI Bali menyiapkan berbagai dukungan untuk UMKM dan sektor yang terkait dengan gaya hidup sehat, pertanian organik, kuliner sehat, dan ekonomi hijau.
Bagian penting dari implementasi hasil Rakernas adalah gerakan penanaman mangrove yang akan dijalankan pada tanggal 28 November, bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).
“Langkah pertama yang kami jalankan adalah memperkuat kembali konsep ekonomi hijau melalui gerakan penanaman mangrove sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan,” jelas Gung Tini Gorda.
HIPPI Bali akan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar untuk menyiapkan dua lokasi prototipe mangrove. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi wisata alam sekaligus ruang edukasi untuk penyelamatan biota laut. Mangrove bahkan disiapkan untuk memiliki nilai ekonomi tambahan, seperti pemanfaatan bunga mangrove menjadi bahan tepung.
Salah satu agenda strategis HIPPI Bali adalah pengembangan Hunian Hijau (Green Living Complex), yang dirancang sebagai pusat gaya hidup para pengusaha pribumi dan model kawasan ekonomi hijau.
Menurut Gung Tini Gorda, kawasan ini diproyeksikan berwawasan lingkungan, mengedepankan kearifan lokal, serta terintegrasi sepenuhnya dengan nilai-nilai ekonomi hijau.
“Langkah kedua adalah mengembangkan konsep hunian hijau HIPPI, sebuah kawasan hunian yang mencerminkan karakter pengusaha pribumi, berwawasan lingkungan, mengedepankan kearifan lokal, dan terintegrasi dengan nilai-nilai ekonomi hijau,” terangnya.
Hunian Hijau HIPPI Bali dirancang:
• Dengan arsitektur modern tropis dan sentuhan budaya Bali.
• Menggunakan material ramah lingkungan dan efisiensi energi.
• Memiliki ruang kerja khusus, ruang rapat kecil, dan ruang hijau produktif.
• Berlokasi strategis dekat pusat bisnis, bandara, dan fasilitas utama.
• Dilengkapi fasilitas keamanan, kolam renang, gym, dan area komunal.
• Menjadi ekosistem bisnis yang berorientasi kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan UMKM.
Hunian ini disiapkan dalam berbagai tipe, mulai apartemen hingga vila, dan diproyeksikan sebagai kawasan investasi jangka panjang yang berkelas, nyaman, dan ramah lingkungan.
Gung Tini Gorda kemudian menegaskan filosofi gerak HIPPI Bali pasca-Rakernas. Ia menyampaikan bahwa organisasi ini bergerak berdasarkan semangat Tumandang atau segera bertindak, Gumbergah atau bangkit dengan penuh energi, serta Migunani yang berarti memberikan manfaat bagi sesama.
Bagi HIPPI Bali, filosofi ini menjadi pedoman bahwa setiap langkah setelah Rakernas harus dikerjakan dengan cepat, penuh semangat, dan berorientasi pada hasil nyata. Seluruh program dan kegiatan yang dijalankan wajib membawa dampak positif bagi organisasi, anggota, dan masyarakat luas.
“Berangkat dari semangat Tumandang (segera bertindak), Gumbergah (bangkit dengan semangat), dan Migunani (bermanfaat bagi sesama), kami memaknai bahwa setelah kembali dari Rakernas, langkah terbaik adalah segera bertindak… Semua yang kami lakukan harus berdampak,” pungkasnya.
Dengan rangkaian capaian tersebut, HIPPI Bali menegaskan posisinya sebagai salah satu lokomotif gerakan ekonomi hijau di Indonesia. Tiga penghargaan nasional yang diraih bukan sekadar pengakuan atas kerja keras dua tahun terakhir, tetapi menjadi energi baru untuk mempercepat langkah mewujudkan Bali sebagai pusat inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Melalui landasan program yang matang, mulai dari Tri Hita Karana Tourism, wellness tourism, gerakan penanaman mangrove, hingga pengembangan Hunian Hijau, HIPPI Bali menunjukkan bahwa transformasi ekonomi tidak hanya dibangun dari gagasan besar, tetapi dari kerja konsisten yang berdampak bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan yang visioner dan kekuatan kolektif sembilan DPC, HIPPI Bali bergerak dengan ritme yang semakin mantap.
Spirit Tumandang, Gumregah, dan Migunani kini menjadi nyala baru yang mendorong HIPPI Bali untuk terus berkarya, memperkuat ekosistem UMKM, serta menghadirkan inovasi-inovasi yang sejalan dengan nilai budaya Bali dan kebutuhan masa depan. Rakernas II bukan penutup perjalanan, melainkan titik berangkat menuju babak baru pengabdian HIPPI Bali bagi ekonomi pribumi dan keberlanjutan Pulau Dewata.
HIPPI Bali melangkah dengan keyakinan: Pribumi Berkarya Indonesia Jaya! (kbs)

