BerandaDaerahBupati Satria Apresiasi Prestasi Siswa Klungkung di Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu...

Bupati Satria Apresiasi Prestasi Siswa Klungkung di Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Bali

Foto: AA Istri Narayani Pradnya Pemayun dari SD Negeri 3 Banjarangkan, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 3 pada lomba Matembang Sekar Alit dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Bali 2025.

Klungkung, KabarBaliSatu

Semangat pelestarian bahasa dan budaya Bali kembali berbuah manis. Duta Kabupaten Klungkung, AA Istri Narayani Pradnya Pemayun dari SD Negeri 3 Banjarangkan, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 3 pada lomba Matembang Sekar Alit dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Bali 2025, yang digelar di Hotel Aston Denpasar, Kamis (9/10).

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung. FTBI yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa, aksara, dan sastra daerah Bali.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh duta muda Klungkung tersebut. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga semangat kolektif dalam menjaga jati diri budaya lokal di tengah arus modernisasi.

“Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh ananda AA Istri Narayani Pradnya Pemayun. Ini bukan sekadar kemenangan di atas panggung lomba, tetapi wujud nyata dari upaya generasi muda Klungkung dalam melestarikan bahasa dan budaya Bali,” ujar Bupati Satria.

Menurutnya, kemampuan menembang Sekar Alit bukan hal yang mudah. Selain membutuhkan keterampilan olah vokal dan penguasaan bahasa Bali, juga dibutuhkan pemahaman mendalam terhadap makna sastra dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Karena itu, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya daerah.

“Melalui ajang seperti FTBI ini, kita bisa melihat bahwa anak-anak Klungkung memiliki bakat dan kecintaan besar terhadap budaya sendiri. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat, menjaga identitas lokal, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai anak Bali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Satria menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen memperkuat pendidikan berbasis budaya melalui berbagai program pembinaan di sekolah, sanggar seni, dan kegiatan ekstrakurikuler. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk guru dan orang tua, untuk terus menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini.

“Pelestarian bahasa dan budaya Bali adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak semua pihak untuk mendukung anak-anak kita agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam karakter dan berakar pada budaya sendiri,” pungkasnya.

Prestasi yang diraih AA Istri Narayani menjadi bukti bahwa semangat generasi muda Klungkung tetap menyala dalam menjaga warisan leluhur. Di tengah derasnya arus globalisasi, anak-anak seperti Narayani adalah tunas-tunas harapan yang menumbuhkan kembali semangat Bhineka Tunggal Ika dalam wajah pendidikan Bali masa kini. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini