Foto: Ilustrasi pengolahan sampah dengan Bag Komposter.
Denpasar, KabarBaliSatu
Dukungan terhadap upaya penanganan sampah di Kota Denpasar terus mengalir. Anggota Komisi II DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem, Drs. I Wayan Gatra, menyatakan komitmennya mendukung penuh program penggunaan komposter bag sebagai solusi pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga. Pernyataan ini disampaikannya saat dihubungi pada Senin (30/3/2026), di tengah persiapan kebijakan penghentian pembuangan sampah organik ke TPA.
Wayan Gatra menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya menjelang penutupan penerimaan sampah organik di TPA Suwung mulai 1 April 2026 dan penutupan total yang direncanakan pada 1 Agustus mendatang. Ia menegaskan bahwa perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara mandiri.
Menurutnya, penggunaan komposter bag menjadi solusi praktis dan efektif untuk mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Selain mengurangi volume sampah, langkah ini juga diyakini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. “Program ini bukan hanya soal pengurangan sampah, tetapi juga membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Denpasar sendiri telah menyiapkan sebanyak 176 ribu komposter bag yang akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat melalui desa dan kelurahan. Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan penanganan sampah berbasis sumber. Namun demikian, I Gusti Ngurah Jayanegara mengakui adanya kendala dalam pengadaan, di mana hingga saat ini baru sekitar 40 ribu komposter bag yang tersedia akibat keterbatasan stok, salah satunya dipengaruhi oleh libur Lebaran.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Pemkot Denpasar tetap menyiapkan langkah alternatif. Wali Kota Jaya Negara menyebut penggunaan karung goni sebagai pengganti sementara komposter bag, sembari menunggu ketersediaan stok. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan tiga titik pengolahan sampah organik di Kertalangu, Padangsambian Kaja, dan Sesetan, serta layanan penjemputan sampah organik berbasis online, khususnya untuk kebutuhan upacara adat yang menghasilkan volume sampah lebih besar.
Wayan Gatra pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menerima bantuan komposter bag, tetapi juga aktif mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, ia optimistis kebijakan ini dapat berjalan efektif dan menjadi langkah nyata menuju lingkungan Kota Denpasar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (kbs)

