Foto: Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka Lomba Ogoh-Ogoh Antar Kecamatan se-Kabupaten Klungkung di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (13/3/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong kreativitas generasi muda dalam melestarikan tradisi dan budaya Bali. Hal itu terlihat dalam Lomba Ogoh-Ogoh Antar Kecamatan se-Kabupaten Klungkung yang resmi dibuka Bupati I Made Satria bersama Eva Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dan Kusuma Surya di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (13/3/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan bahwa lomba tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengimplementasikan visi pembangunan yang sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Klungkung Mahottama—yakni Klungkung yang maju, harmonis, tenteram, dan makmur.
Ia mengapresiasi semangat generasi muda yang tetap konsisten menjaga tradisi budaya Bali melalui kreativitas seni ogoh-ogoh. Kehadiran ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan budaya tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam melestarikan tradisi budaya Bali. Kehadiran masyarakat yang begitu antusias juga menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup dan dicintai,” ujar Satria.
Menurutnya, meskipun lomba ini bersifat kompetitif, hal yang paling penting adalah menjaga semangat kebersamaan serta komitmen untuk terus melestarikan warisan budaya leluhur.
Ia berharap melalui kegiatan ini nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali dapat terus tercermin dalam karya, kreativitas, dan setiap langkah pembangunan di Kabupaten Klungkung.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja, menjelaskan bahwa lomba ogoh-ogoh ini digelar untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat seni menjelang Tahun Baru Saka 1948.
Empat perwakilan kecamatan turut ambil bagian dalam lomba tersebut, yakni Komunitas Ogoh-Ogoh Ulian Meled (ULED) dari Desa Nyalian sebagai duta Kecamatan Banjarangkan, Komunitas Bala Rekha Simantaka dari Desa Sampalan Klod sebagai duta Kecamatan Dawan, Sekaa Tapak Gana dari Desa Selat sebagai duta Kecamatan Klungkung, serta Sanggar Ratu Kinasih dari Desa Lembongan sebagai duta Kecamatan Nusa Penida.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas generasi muda, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga menyiapkan dana pembinaan bagi para peserta. Kecamatan Nusa Penida mendapatkan dukungan sebesar Rp45 juta, sementara Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan masing-masing menerima Rp35 juta. (kbs)

