BerandaEkonomiInovasi Pemasaran Tenun di Desa Sidemen melalui Platform Wastra Digital Dorong Digitalisasi...

Inovasi Pemasaran Tenun di Desa Sidemen melalui Platform Wastra Digital Dorong Digitalisasi dan Perluasan Pasar Pengrajin

Foto: Mahasiswa dan dosen dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan penguatan pemasaran digital bagi pengrajin tenun tradisional di Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. 

Karangasem, KabarBaliSatu

Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, menjadi lokasi pelaksanaan sebuah program inovasi yang berfokus pada penguatan pemasaran digital bagi pengrajin tenun tradisional. Program ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok pengrajin, serta mahasiswa dan dosen dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Melalui pemanfaatan teknologi digital, program ini bertujuan membantu pengrajin memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk tenun lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovillage ke-6, sebuah inisiatif inovasi sosial yang diselenggarakan oleh Telkom University bersama Danantara Telkom Indonesia. Program tersebut memberikan dukungan bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi inovatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Pelaksanaan program ini digerakkan oleh tim mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang berada di bawah bimbingan dosen I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, dengan anggota tim mahasiswa Ni Komang Bintang Kertika Putri, Kadek Sandyari Desy, dan Meidilla Azmi.

Kehadiran tim ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa, khususnya pada sektor kerajinan tenun tradisional yang menjadi identitas budaya daerah.

Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah platform digital Wastra Digital, yaitu marketplace yang dirancang khusus untuk membantu pengrajin memasarkan produk tenun mereka secara lebih luas.

Melalui platform ini, pengrajin dapat menampilkan berbagai produk tenun lengkap dengan foto, deskripsi, serta informasi harga sehingga memudahkan calon pembeli untuk mengenal dan mengakses produk tersebut secara online.

Selain mendukung aspek pemasaran, program ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai referensi pengembangan motif tenun.

Teknologi ini dimanfaatkan untuk memberikan inspirasi desain kepada para pengrajin dengan menampilkan berbagai kemungkinan pola dan motif yang mengikuti tren pasar, namun tetap mempertahankan unsur khas tenun tradisional Sidemen. Dengan pendekatan ini, pengrajin diharapkan dapat terus berinovasi dalam desain tanpa kehilangan nilai budaya yang melekat pada karya mereka.

Untuk memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, tim mahasiswa juga melaksanakan pelatihan serta pendampingan kepada para pengrajin.

Kegiatan ini mencakup pengenalan platform Wastra Digital, cara mengunggah produk, penyusunan deskripsi produk yang menarik, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi pemasaran.

Melalui program ini, sejumlah produk tenun dari pengrajin lokal telah berhasil didokumentasikan dan ditampilkan pada platform Wastra Digital sebagai langkah awal digitalisasi pemasaran produk desa. Kehadiran platform ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pengrajin sekaligus meningkatkan visibilitas tenun Sidemen di tingkat yang lebih luas.

Perbekel Desa Sidemen I Komang Putra, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat desa, khususnya bagi para pengrajin yang selama ini masih memasarkan produknya melalui perantara.

“Harapannya para pengrajin tenun di Desa Sidemen bisa memanfaatkan Wastra Digital untuk memasarkan produknya sendiri, jadi tenun Sidemen bisa makin dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Ke depan, tim pelaksana berharap platform yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh BUMDes dan kelompok pengrajin. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap implementasi program, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pemasaran digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Melalui inisiatif ini, diharapkan tenun Sidemen tidak hanya tetap terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk unggulan desa yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini