BerandaDaerahGubernur Koster: Tawur Tabuh Gentuh, Warisan Leluhur yang Harus Dilestarikan

Gubernur Koster: Tawur Tabuh Gentuh, Warisan Leluhur yang Harus Dilestarikan

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri dan mengikuti persembahyangan Tawur Tabuh Gentuh yang merupakan bagian dari Karya Agung Memungkah, Tawur Tabuh Gentuh, Tawur Pedanan, Padudusan Agung, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Agung Payangan, pada Wrespati Kliwon Warigadian, Kamis (3/4).

Gianyar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri dan mengikuti persembahyangan Tawur Tabuh Gentuh yang merupakan bagian dari Karya Agung Memungkah, Tawur Tabuh Gentuh, Tawur Pedanan, Padudusan Agung, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Agung Payangan, pada Wrespati Kliwon Warigadian, Kamis (3/4). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra beserta Istri, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, Anggota DPRD Provinsi Bali Putu Diah Pradnya Maharani dan undangan lainnya.

Baca Juga  Kesederhanaan Ganjar Pranowo Makan Bareng Gus Marhaen dan Cok Rat, Sosok Pemimpin Dicintai Rakyat, Paling Tepat Lanjutkan Pembangunan Presiden Jokowi

Dalam kesempatan ini, Gubernur Koster yang mengapresiasi karya upacara tersebut yang diinformasikan dari Bendesa Adat setempat terakhir dilaksanakan pada tahun 1960. Untuk itu, Gubernur Koster sangat mengapresiasi masyarakat Payangan, karena bagi Koster, inilah kearifan lokal, tradisi serta adat budaya Bali yang harus dirawat, dilestarikan serta harus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Suatu kehormatan tiyang diundang ke sini. Warga juga begitu antusias hadir untuk upacara ini. Jujur, tiyang kaget dan kagum mendengar karya yang sudah puluhan tahun Tidak dilaksanakan dan sekarang dilaksanakan kembali. Luar biasa, saya sangat mengapresiasi, Inilah kearifan lokal kita yang diwariskan leluhur kita untuk dilestarikan ,” jelas Koster.

Baca Juga  Wamen Ni Luh Puspa Kunjungi Karangasem, Dorong Destinasi Wisata Kelas Dunia, Bupati Gus Par: Angin Segar Bagi Pariwisata Gumi Lahar

“Upacara ini harus kita pelihara terus. Inilah yang tiyang jalankan saat menjadi Gubernur Bali 2018-2023 dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Yaitu menjalankan tatanan kehidupan masyarakat berdasarkan nilai kearifan lokal Bali. Yang dinamai Sad Kerthi. Enam sumber utama kesejahteraan kehidupan manusia dan semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Sang Widhi Wasa),” jelasnya kembali.

Ia menerangkan, enam Sad Kerthi tersebut yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

“Semuanya dimuliakan dan diharmoniskan  untuk menjaga alam tetap lestari dan memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat,” katanya.

Gubernur Koster begitu konsen dengan seni budaya, tradisi, adat, agama dan kearifan lokal selama memimpin Bali. Sejumlah regulasi dan programnya berpihak ke alam, budaya dan krama Bali.

Baca Juga  Wali Kota Jaya Negara Dukung Penuh May Day 2025: Wujud Kepedulian bagi Pekerja Denpasar

“Upacara ini harus terus dijalankan, agar terus hidup sepanjang masa bisa diwariskan kepada anak cucu. Agar tetap survive, eksis, sejahtera secara sekala dan niskala,” tegasnya.

Menurut Gubernur Koster, luar biasa ajaran leluhur di Bali, untuk itu krama Bali harus menjaga dan melestarikannya demi menyeimbangkan kehidupan alam, manusia, dan budaya Bali.

“Astungkara terus dijalankan seperti ini karena menjadi kebanggaan kita, dan demi membalut pariwisata Bali,” katanya.

Untuk diketahui rangkaian karya  tersebut dilaksanakan dari tanggal 1 April sampai dengan penyineban akan dilakukan pada tanggal 16 April 2025. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini