Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Gelar Agung Pacalang se-Bali di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan program insentif bagi pacalang, petugas keamanan desa adat, sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027 setelah proses perhitungan kebutuhan anggaran rampung.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih melakukan penghitungan secara detail terkait kebutuhan anggaran. Hal ini karena jumlah pacalang di Bali cukup besar dan tersebar di seluruh desa adat.
“Komitmen itu akan saya jalankan betul. Astungkara 2027,” ujar Koster usai menghadiri Gelar Agung Pacalang se-Bali di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).
Koster menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 23 ribu pacalang yang bertugas di kurang lebih 1.500 desa adat di seluruh Bali. Jumlah yang besar tersebut membuat pemerintah harus melakukan perhitungan anggaran secara cermat agar program insentif dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Sedang dihitung karena jumlahnya 23 ribu pacalang se-Bali. Tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar karena mereka tersebar di sekitar 1.500 desa adat. Jadi harus dihitung dengan matang,” jelasnya.
Menurut Koster, pacalang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan Bali. Tidak hanya mengamankan kegiatan adat dan keagamaan, pacalang juga turut membantu kelancaran berbagai kegiatan masyarakat, termasuk agenda pemerintahan serta aktivitas pariwisata.
Karena itu, penguatan sistem keamanan menjadi salah satu program prioritas dalam pembangunan Bali periode 2025–2030. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan rasa aman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Selain itu, pengamanan juga akan diperkuat di sejumlah lokasi strategis, seperti kawasan pura kahyangan jagat, destinasi wisata, pusat perekonomian, hingga berbagai titik keramaian.
Koster menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat sistem keamanan berbasis desa adat melalui program Sipandu Beradat, termasuk peningkatan sarana dan prasarana pendukung bagi para pacalang.
“Titiang berharap momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat tekad pacalang dalam menjaga adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali, sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama,” tandasnya. (kbs)

