Foto: Duta Kota Denpasar yang berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Gebogan, serangkaian HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali, di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Kamis (12/2/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Duta Kota Denpasar sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Lomba Gebogan dalam rangkaian puncak peringatan HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali. Ajang tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Kamis (12/2/2026), dan diikuti perwakilan dari kabupaten/kota se-Bali.
Selain menjadi yang terbaik pada kategori Gebogan, kontingen Denpasar juga mencatatkan prestasi di sejumlah cabang lomba lainnya, yakni Juara 2 Lomba Kidung, Juara 2 Lomba Pejati, serta Juara 3 Lomba Dharmawacana. Capaian ini mempertegas konsistensi Denpasar dalam menjaga kualitas sekaligus pelestarian seni dan budaya Bali.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Penasehat WHDI Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta para undangan lainnya.
Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Wakil Ketua Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi para perempuan Denpasar yang tampil maksimal dalam setiap kategori lomba. Menurutnya, perhelatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi dan aktualisasi diri perempuan Hindu dalam melestarikan budaya Bali.
“Sebagai wanita Hindu, kita harus memiliki karakter yang kuat, kreatif, cerdas, serta berpengetahuan. Nilai-nilai ini yang akan menjadi dasar dalam membina dan mencerdaskan generasi muda Hindu sebagai penerus bangsa,” ujarnya.
Ia juga berharap WHDI sebagai organisasi pemberdayaan perempuan mampu menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kualitas diri, kemampuan manajerial, serta memperluas jejaring perempuan Hindu. Semua itu, kata dia, merupakan bagian dari dharma bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Mari bersama-sama, dengan semangat persaudaraan, kita tingkatkan peran wanita Hindu dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, baik dari sisi agama, adat istiadat, maupun kemampuan intelektual,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjokorda Istri Sri Rasmawati Yudhara, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Membentuk Keluarga Sehat Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran perempuan tidak hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai pribadi yang berdaya saing dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Semangat persaudaraan dan konsep Tri Hita Karana menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan peran WHDI, khususnya dalam membentuk generasi muda Hindu yang cerdas dan unggul,” pungkasnya. (kbs)

