BerandaDaerahDemer Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Alam dan Budaya, Tekankan Pentingnya Empat...

Demer Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Alam dan Budaya, Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Konflik Global

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi Alam & Budaya” di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3/2026).

Buleleng, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menegaskan pentingnya pengembangan desa wisata berbasis potensi alam dan budaya sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi Alam & Budaya” di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat setempat.

Sejak awal kegiatan, suasana sosialisasi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti pemaparan materi, bahkan terlibat langsung dalam sesi diskusi dengan mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menciptakan dialog yang konstruktif, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pengembangan desa wisata sebagai peluang masa depan.

Dalam pemaparannya, Demer menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—di tengah dinamika konflik global yang kian kompleks. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan di sektor pariwisata berbasis desa.

“Empat pilar kebangsaan bukan hanya simbol, tetapi pedoman dalam memastikan pembangunan tetap berakar pada jati diri bangsa,” tegas ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu.

Wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI itu juga menjelaskan, dalam konteks pengembangan desa wisata, nilai-nilai tersebut memiliki peran strategis. Pancasila mendorong pengelolaan yang berkeadilan dan berkelanjutan, sementara semangat Bhinneka Tunggal Ika memperkuat pelestarian keberagaman budaya sebagai daya tarik wisata. Di sisi lain, komitmen terhadap NKRI dan UUD 1945 memastikan bahwa setiap langkah pembangunan kepariwisataan selaras dengan kepentingan nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng itu menekankan bahwa pengembangan desa wisata berbasis potensi alam dan budaya merupakan salah satu langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui pemanfaatan keindahan alam dan kekayaan tradisi, desa-desa didorong menjadi destinasi wisata yang autentik dan berdaya saing. Selain menghadirkan pengalaman unik bagi wisatawan, pendekatan ini juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama. Warga didorong untuk mengenali, mengelola, dan mengemas potensi yang dimiliki, mulai dari lanskap alam, seni budaya, hingga kuliner khas daerah.

“Pendekatan partisipatif ini penting agar pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi tumbuh dari kesadaran dan kebutuhan masyarakat itu sendiri,” kata wakil rakyat berlatar belakang pengusaha sukses dan Mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.

Di sisi lain, pengembangan desa wisata juga menjadi sarana strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dapat terus dilestarikan sekaligus diperkenalkan ke khalayak yang lebih luas. Dengan pengelolaan yang tepat, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi menarik, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat.

Demer pun mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersinergi dalam mengembangkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa dengan menjaga kelestarian alam, merawat budaya, serta meningkatkan kualitas layanan, desa wisata dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini