Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), turun langsung ke Pasar Pagi Subagan, Selasa (25/3).
Karangasem, KabarBaliSatu
Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 dan Idul Fitri 1446 H, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), turun langsung ke Pasar Pagi Subagan, Selasa (25/3). Sidak ini bertujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Namun, di luar dugaan, Bupati justru menerima keluhan dari para pedagang terkait buruknya infrastruktur pasar, terutama saluran air yang tak berfungsi.
Saluran air yang ada saat ini mengalami penyumbatan, terutama di area pedagang daging babi, ayam, dan ikan. Akibatnya, limbah sering dibuang sembarangan, menimbulkan protes dari warga sekitar.
“Saya coba buang limbah di depan pasar, tapi warga keberatan. Kalau dibuang di saluran pasar, malah tersumbat dan bau menyengat,” ujar Ni Kadek Ratna Suminar, salah satu pedagang daging babi.
Ratna mengusulkan agar pemerintah membangun septic tank berkapasitas besar dan ramah lingkungan. Dengan sistem ini, limbah tidak akan mencemari lingkungan dan kebersihan pasar lebih terjaga.
Mendengar keluhan tersebut, Bupati Gus Par langsung berkoordinasi dengan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Sekda I Ketut Sedana Merta, serta Kadis Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan I Gede Loka Santika.
“Kami akan segera menindaklanjuti masalah ini. Apakah dengan membuat saluran air permanen atau septic tank, yang jelas lingkungan pasar harus tetap sehat,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Gus Par didampingi sejumlah pejabat, termasuk Kabag Operasional Polres Karangasem Kompol I Gusti Made Sudarma Putra, Pasi Intel Kodim Kapten Inf Arif Budi Santoso, dan sejumlah pejabat lainnya.
Selain infrastruktur, Gus Par juga memantau harga kebutuhan pokok. Hasil pantauan menunjukkan harga masih relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi. Jika ada lonjakan harga, pemerintah siap menggelar operasi pasar untuk menstabilkan kondisi.
“Harga kebutuhan pokok masih normal. Jika terjadi kenaikan, kami akan segera mengambil langkah antisipasi,” kata Gus Par.
Kadis I Gede Loka Santika turut mengonfirmasi bahwa harga bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir cenderung stabil. Harga cabai kecil yang semula Rp120.000 per kilogram kini turun menjadi Rp100.000 per kilogram. Cabai besar dijual seharga Rp50.000 per kilogram, sementara bawang merah dan bawang putih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram.
Namun, kenaikan harga terjadi pada daging ayam. Pedagang I Gusti Ayu Suryani menyebut harga daging ayam yang sebelumnya berkisar Rp40.000 – Rp43.000 per kilogram kini naik menjadi Rp45.000 per kilogram.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama Wakil Bupati, Pandu Prapanca Lagosa, juga meninjau harga bahan pokok di Pasar Karangsokong dan Pasar Timur Amlapura, Selasa (25/3/2025). Selain melakukan sidak, mereka juga berbelanja bumbu dapur dan daging sambil berdialog dengan pedagang untuk menyerap aspirasi.
Hasil pemantauan menunjukkan kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai rawit yang naik dari Rp80.000 menjadi Rp110.000 per kg dan bawang merah dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kg. Sementara itu, harga beras medium Rp14.000 per kg, minyak goreng Sovia Rp18.000 per kg, dan gula pasir Rp18.000 per kg masih stabil.
Bupati menegaskan Pemkab Karangasem siap menggelar operasi pasar jika terjadi lonjakan harga. “Kami akan terus memantau kondisi pasar agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Pedagang menyambut baik kunjungan ini, berharap perhatian pemerintah terhadap fasilitas pasar, seperti air bersih dan keamanan, semakin ditingkatkan.
Sidak ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memantau stabilitas harga tetapi juga menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur pasar. Dengan langkah cepat yang diambil, diharapkan kondisi pasar di Karangasem semakin nyaman bagi pedagang maupun pembeli.(kbs)