Foto: Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, I Dewa Gde Agung Widiarsana menggelontorkan bantuan paket sembako kepada korban banjir di Denpasar pada Jumat, 12 September 2025.
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, I Dewa Gde Agung Widiarsana menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah titik di Denpasar. Bantuan sebanyak 300 paket sembako diserahkan langsung pada Jumat, 12 September 2025, guna meringankan beban korban bencana.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Dewa Agung Widiarsana didampingi Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra Ketut Ngurah Aryawan menegaskan bahwa inti dari pengabdian sebagai wakil rakyat adalah kepedulian terhadap masyarakat.
“Poin utama yang ingin saya sampaikan adalah kepedulian saya terhadap masyarakat Bali. Saat ini, Bali sedang mengalami banyak tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak awal berkarier di politik hingga kini menjadi anggota DPR RI, komitmennya untuk melayani masyarakat tidak pernah berubah. Bahkan, ketika sebelum menjabat sebagai wakil rakyat di DPR RI, dirinya sudah menanamkan prinsip untuk selalu hadir dan bekerja bagi kepentingan masyarakat. Komitmen itu pula yang pernah ia tegaskan melalui tagline kampanye dengan pesan utama melayani dan berintegritas.
“Sejak sebelum saya menjadi anggota dewan saya memang sudah berkomitmen untuk selalu melayani masyarakat. Itulah sebabnya dulu tagline kampanye saya adalah melayani dan berintegritas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa keterlibatannya turun langsung ke lapangan adalah bentuk niat tulus membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Saya selalu turun langsung ke masyarakat, apalagi melihat kondisi Bali sekarang. Apa yang saya lakukan merupakan bentuk kepedulian dan niat tulus untuk membantu mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Dewa Agung Widiarsana juga menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kerja sama dengan jajaran Partai Gerindra dan khususnya DPD Partai Gerindra Bali. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan aksi nyata demi kebaikan dan keindahan Bali.
“Bantuan yang saya inisiasi bersama teman-teman dari Partai Gerindra Bali, khususnya DPD Partai Gerindra Bali, diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat serta meringankan beban mereka. Ke depan, kita bersama-sama akan terus berbuat demi kebaikan dan keindahan Bali,” tuturnya.
Ia menekankan kembali peran seorang anggota legislatif yang pada dasarnya adalah melayani masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap warga harus selalu menjadi prioritas, sebab keberadaan di lembaga legislatif ditujukan untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat terpenuhi.
“Sebagai anggota dewan, tugas utama kita adalah melayani masyarakat. Kepedulian kepada masyarakat harus selalu menjadi prioritas, karena keberadaan kita di lembaga legislatif memang untuk memastikan kebutuhan dan aspirasi mereka terlayani,” tegasnya.
Suasana haru terlihat ketika Anggota DPR RI I Dewa Gung Widiarsana bersama Anggota DPRD Kota Denpasar Ngurah Aryawan turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Lingkungan Banjar Batu Kandik, Kelompok Citarum, Denpasar Utara. Kehadiran mereka disambut oleh Ketua Kelompok Ciwarga, Nyoman Rintia, yang menyampaikan rasa terima kasih mewakili warga setempat.
Dalam aksi sosial tersebut, keduanya tidak hanya menyalurkan paket sembako, tetapi juga menyambangi rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Salah satu kasus terparah dialami keluarga Jero Sulis yang tinggal di dekat aliran sungai. Seluruh perabot rumah tangganya hanyut tersapu banjir, sehingga rumahnya nyaris kosong.
Jero Sulis tinggal bersama suami dan dua anaknya. Menyaksikan kondisi tersebut, Dewa Gung Widiarsana menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia berkomitmen untuk membantu mengganti perabotan dapur yang hilang, menyediakan perlengkapan sekolah anaknya.
Jero Sulis mengenang peristiwa banjir yang melanda rumahnya, ia menceritakan bahwa air naik sangat cepat sehingga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga. Saat itu, yang terpikir hanyalah menyelamatkan anak-anak dan buku sekolah. Hampir seluruh perabot rumahnya hanyut tersapu banjir.
“Airnya naik cepat sekali, saya sudah tidak sempat menyelamatkan perabot. Yang penting anak-anak sama buku sekolah bisa diamankan,” ungkap Jero Sulis.
Meski kehilangan hampir semua perabotan, ia tetap berusaha tegar demi anak-anak. “Sekarang rumah sudah kosong, tapi saya berusaha tetap semangat untuk anak-anak,” katanya.
Dalam kesempatan penyerahan bantuan, Jero Sulis mengaku sangat terbantu. Ia menyampaikan bahwa Dewa Gung Widiarsana berjanji akan membantu perabot dapur, menyediakan kompor, serta memberikan perlengkapan sekolah untuk anak-anaknya.
“Saya sangat berterima kasih karena anak-anak saya dijanjikan perlengkapan sekolah baru, bahkan perabot dapur juga akan dibantu. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Dewa Gde Agung Widiarsana yang turun langsung membantu warga terdampak banjir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dewa Gde Agung Widiarsana yang dengan kepedulian dan ketulusannya hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan menjadi wujud nyata seorang wakil rakyat dalam menyerap aspirasi serta menyalurkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan oleh korban banjir,” ujar Ngurah Aryawan.
Ia menegaskan bahwa dirinya ikut turun langsung bersama masyarakat untuk memastikan bantuan tersampaikan secara tepat sasaran. Sebagai wakil rakyat, ia memahami kondisi serta kebutuhan warga di lapangan, sehingga hadir bersama Dewa Gde Agung Widiarsana tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluhan dan memastikan kebutuhan paling mendesak segera mendapatkan penanganan.
“Sebagai wakil rakyat, saya menyadari betul bagaimana kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, saya bersama Bapak Dewa Gde Agung Widiarsana hadir langsung, bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan keluhan dan memastikan apa yang paling mendesak bisa segera dibantu,” katanya.
Ngurah Aryawan yang dikenal sebagai pejuang kemanusiaan menambahkan, langkah ini adalah bentuk nyata perjuangan kemanusiaan yang harus terus dijalankan. Ia pun berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret dalam menangani dampak banjir.
“Kami berharap pemerintah daerah bersama jajaran terkait dapat bergerak cepat menangani dampak banjir, sehingga masyarakat bisa segera pulih dan bangkit kembali,” tegasnya.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat banjir di Bali bertambah menjadi 16 orang. Rinciannya, 10 orang meninggal di Kota Denpasar, dua orang di Kabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar, dan satu orang di Kabupaten Badung. Seluruh jenazah korban telah berhasil dievakuasi tim gabungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat lebih dari 120 titik banjir yang disertai tanah longsor. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan banjir terbanyak yakni 81 titik, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan delapan titik, serta Karangasem dan Jembrana masing-masing empat titik. Di Klungkung, banjir dilaporkan berdampak di Kecamatan Dawan.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di 18 titik, dengan rincian 12 titik di Karangasem, lima titik di Gianyar, dan satu titik di Badung. Akibat bencana ini, sebanyak 562 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah posko dan fasilitas umum, termasuk sekolah, balai desa, mushola, dan banjar.
Untuk mendukung pemulihan, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 200 lembar selimut, 200 matras, 300 paket sembako, 50 unit tenda keluarga, dua unit tenda pengungsi, satu unit perahu karet bermesin, serta tiga unit pompa air. Selain itu, BNPB juga memastikan akan menyalurkan bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat.
Upaya gotong-royong masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasca-bencana, sekaligus meminimalkan dampak lanjutan terhadap kehidupan warga Bali. (kbs)

