Foto: Rapat teknis atau technical meeting Festival Permainan Tradisional 2026 di Aula Kantor Perbekel Desa Belega, Sabtu (7/11/2026).
Gianyar, KabarBaliSatu
Komitmen melestarikan seni, budaya, dan kearifan lokal terus dilakukan Komunitas Pencinta Seni dan Budaya Desa Belega melalui penyelenggaraan Festival Permainan Tradisional 2026. Mengusung rangkaian kegiatan workshop, kompetisi, dan pagelaran seni, festival ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional Bali.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 November 2026, bertempat di Lapangan Sorga, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Ketua Panitia, I Komang Elen Juniadi, SE, yang akrab disapa Koming Elen, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah memasuki tahap pemantapan teknis. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan rapat teknis atau technical meeting bersama perwakilan peserta pada Sabtu, 7 November 2026, di Aula Kantor Perbekel Desa Belega.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan guru olahraga dari tujuh gugus sekolah dasar (SD) di Kecamatan Blahbatuh. Mereka akan menjadi bagian dari rangkaian festival, baik dalam kegiatan workshop pembuatan layangan tradisional jenis Bebean maupun kompetisi sejumlah permainan tradisional.
Adapun cabang permainan yang akan dilombakan meliputi Megala-galaan, Dedupal, Terompah Panjang, dan Metajog. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak mengenal permainan warisan leluhur, tetapi juga merasakan langsung pengalaman bermain sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Koming Elen mengatakan, festival ini memiliki misi lebih luas daripada sekadar menghadirkan perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangkitkan kembali permainan tradisional sekaligus memastikan warisan budaya tersebut tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain itu, festival diharapkan mampu memperkuat toleransi, memperluas pengetahuan dan pemahaman terhadap keberagaman warisan budaya Bali, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya daerah sebagai warisan adiluhung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangkitkan kembali permainan tradisional dan meregenerasikannya kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat nilai-nilai budaya,” ungkapnya.
Misi lainnya adalah mendorong koordinasi, sinergi, dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, lembaga kebudayaan, hingga masyarakat luas. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan melalui kolaborasi seluruh elemen dalam satu ekosistem kebudayaan.
Dalam rapat teknis tersebut, perwakilan peserta juga telah menyepakati sejumlah kriteria dan ketentuan perlombaan. Setiap gugus sekolah diwajibkan mengikutsertakan anak didiknya pada seluruh nomor lomba yang telah ditetapkan.
Tidak hanya kompetisi, festival ini juga akan dimeriahkan dengan pagelaran seni pertunjukan yang disiapkan panitia. Sajian tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian acara sehingga masyarakat dan seluruh pengunjung dapat menikmati perpaduan permainan tradisional dengan pertunjukan seni budaya.
Menutup rapat teknis, Koming Elen mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan.
“Selamat berlatih bagi seluruh peserta. Bangun jiwa sportivitas dan sampai bertemu pada akhir November 2026 dalam Festival Permainan Tradisional 2026 di Desa Belega,” ajaknya. (kbs)

