Foto: Wawali Arya Wibawa, saat menjadi inspektur upacara serangkaian Peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (28/10).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar menggelar apel bendera serangkaian Peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung khidmat di Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (28/10). Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menekankan pentingnya membangkitkan semangat patriotisme, kegigihan, dan empati generasi muda guna mewujudkan sinergi dalam pembangunan berkelanjutan, selaras dengan tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Apel bendera tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhita; Kepala Pengadilan Negeri Denpasar, Putu Gede Novyartha; jajaran Forkopimda Kota Denpasar; serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Di samping itu, hadir pula para panglingsir puri, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar, dan jajaran undangan lainnya.
Rangkaian upacara diawali dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta pembacaan Putusan Kongres Pemuda Indonesia. Suasana keberagaman semakin terasa lantaran para peserta mengenakan pakaian adat Nusantara. Berbagai elemen masyarakat turut memadati lapangan, mulai dari kalangan siswa, pecalang, hingga organisasi kepemudaan. Di sela-sela acara, turut diserahkan pula apresiasi kepada Duta Pemuda Kota Denpasar atas dedikasi dan kontribusi mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Ia menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme, kegigihan, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Arya Wibawa, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pesatnya perkembangan teknologi semata, melainkan juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia serta karakter kuat dari generasi mudanya. Atas dasar itu, pemuda diharapkan berani bermimpi besar, bekerja keras, pantang menyerah, dan senantiasa memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” ujar Arya Wibawa saat membacakan sambutan Menpora RI.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengajak seluruh generasi muda di Kota Denpasar untuk terus mengembangkan potensi diri, merawat persatuan di tengah keberagaman, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui karya dan kontribusi yang nyata.
Pihaknya berharap, peringatan momentum bersejarah ini mampu memperkuat komitmen kepemudaan untuk menjadi bagian dari kemajuan Kota Denpasar dan Indonesia secara luas, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan semangat gotong royong.
“Semangat Sumpah Pemuda hendaknya tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pemuda harus memiliki semangat juang yang kuat, tetapi tetap mengedepankan empati dan kepedulian terhadap sesama. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Jaya selalu pemuda Indonesia, jaya pemuda Denpasar,” tegasnya. (kbs)

