Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari saat menerima penghargaan peringkat pertama, Pasar Suwung Batan Kendal dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Denpasar, KabarBaliSatu
Kota Denpasar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pasar Suwung Batan Kendal berhasil meraih peringkat pertama dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Penghargaan tersebut menjadi bukti upaya pedagang dan komunitas pasar dalam menjaga kualitas, kebersihan, serta keamanan pangan yang beredar di pasar rakyat. Ajang ini juga dirangkaikan dengan Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026), mengatakan kompetisi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober. Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi untuk Pangan Aman, Berinovasi untuk Masa Depan”.
Menurut Sri Utari, lomba tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terwujudnya pasar rakyat yang mampu menjamin keamanan pangan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya menyediakan serta memilih pangan yang sehat dan aman dikonsumsi.
“Ini tentunya menjadi apresiasi bagi para pedagang dan komunitas pasar atas upaya yang dilakukan selama ini untuk menjaga mutu dan higienitas lingkungan pasar,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendukung program nasional pangan aman untuk semua yang digagas BPOM. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya edukasi kepada pedagang agar lebih memahami pentingnya keamanan pangan dan tidak memperjualbelikan produk yang mengandung bahan berbahaya.
Bahan yang menjadi perhatian antara lain formalin, boraks, rhodamin B, serta penggunaan pestisida secara berlebihan pada produk pangan.
“Salah satu upaya adalah melalui edukasi kepada para pedagang untuk tidak menjual barang yang mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan pestisida berlebih,” katanya.
Sri Utari menambahkan, prestasi Pasar Suwung Batan Kendal di tingkat nasional diharapkan menjadi motivasi bagi pasar-pasar lain di Denpasar untuk terus meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut juga dinilai mampu mendorong perubahan perilaku pedagang dan pengelola pasar agar semakin memperhatikan kualitas produk yang dijual, mulai dari proses penanganan hingga kebersihan lingkungan pasar.
“Tentunya secara tidak langsung pedagang dan pengelola pasar menjadi lebih sadar pentingnya menjual produk yang higienis, bebas bahan berbahaya, dan memenuhi standar keamanan pangan,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat upaya Denpasar dalam membangun pasar rakyat yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen melalui penyediaan pangan yang sehat, higienis, dan berkualitas. (kbs)

