BerandaDaerahHadiri Karya Padudusan di Desa Adat Pohgading, Walikota Jaya Negara Ajak Umat...

Hadiri Karya Padudusan di Desa Adat Pohgading, Walikota Jaya Negara Ajak Umat Perkuat Persaudaraan

Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Karya Padudusan Wraspati Kalpa Agung Meyama Raja, Mendem Lan Mupuk Pedagingan Lan Ngenteg Linggih di Pura Buwitan Lan Hyang Kawitan Bandesa Mas, Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Rabu (21/10/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Karya Padudusan Wraspati Kalpa Agung Meyama Raja, Mendem lan Mupuk Pedagingan, serta Ngenteg Linggih di Pura Buwitan lan Hyang Kawitan Bandesa Mas, Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Rabu (21/10/2026).

Karya keagamaan ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat ikatan persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan desa adat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Gede Sumara Putra, Camat Denpasar Utara, Perbekel Desa Ubung Kaja, serta undangan lainnya.

Jaya Negara mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya pasemetonan dan desa adat, dalam menjaga tradisi serta meningkatkan sradha bhakti melalui pelaksanaan upacara yadnya.

Menurutnya, keterlibatan dan kemandirian masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan merupakan hal penting yang perlu terus didukung. Pemerintah Kota Denpasar, kata dia, senantiasa mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan.

“Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat, tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun, patut diapresiasi munculnya kemandirian masyarakat, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat dikenal dengan Tri Guna Karya serta Satwika Karya,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap, pelaksanaan karya di Pura Buwitan lan Hyang Kawitan Bandesa Mas tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga semakin memperkuat rasa persatuan dan persaudaraan di antara umat, khususnya warga serta pengempon pura.

Jaya Negara juga berharap rangkaian upacara yadnya tersebut mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap ke depan pelaksanaan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Manggala Karya I Made Luther menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 Oktober 2026 melalui Upacara Mapejati Satwa. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 10 Oktober dengan Upacara Ngulemin Pemangku, Gambelan, dan Sekeha Santi.

Pada 11 Oktober 2026, rangkaian upacara berlanjut dengan Matur Piuning, Dharmawecana, dan Mendak Pretima.

Luther menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Denpasar dalam puncak karya tersebut. Ia menjelaskan, Rabu (21/10) menjadi puncak pelaksanaan upacara yang diisi dengan Ngenteg Linggih, Piodalan, Padudusan Alit, Nangun Ayu, dan Pengingkup Dewa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota pada karya kami. Hari ini, 21 Oktober 2026, merupakan puncak karya yang diisi dengan Upacara Ngenteg Linggih, Piodalan, Padudusan Alit, Nangun Ayu lan Pengingkup Dewa,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian karya dijadwalkan berlangsung hingga 24 Oktober 2026, dengan agenda Nyegara Gunung, Rsi Bojana, dan Penyineban sebagai bagian dari penutup upacara.

Melalui pelaksanaan karya ini, masyarakat diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai spiritual, menjaga kelestarian tradisi, serta memelihara keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Adat Pohgading. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini