Foto: Bupati Klungkung I Made Satria saat menghadiri rangkaian upacara keagamaan di Nusa Penida hingga Klungkung daratan, Jumat (16/10/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Komitmen menjaga adat, agama, dan tradisi Bali kembali ditunjukkan Bupati Klungkung I Made Satria. Bersama Ny. Eva Satria, ia menghadiri rangkaian upacara keagamaan di Nusa Penida hingga Klungkung daratan, Jumat (16/10/2026).
Kehadiran Bupati Satria dalam sejumlah kegiatan yadnya tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap pelestarian tradisi keagamaan sekaligus memperkuat keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menghadiri Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, dan Sad Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped, Nusa Penida.
Usai mengikuti kegiatan keagamaan di Nusa Penida, Bupati Satria bersama Ny. Eva Satria kembali ke Klungkung daratan untuk menghadiri Uleman Upacara Dewa Yadnya Mamungkah di Pura Paibon Arya Kubon Tubuh, Banjar Pekandelan Kelod, Klungkung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menegaskan bahwa adat dan agama merupakan fondasi penting yang membentuk identitas masyarakat Bali. Karena itu, pelaksanaan upacara keagamaan tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga keberlanjutan budaya.
“Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Satria juga menyerahkan dana punia kepada Kelihan Pengempon Pura untuk membantu kelancaran pelaksanaan prosesi upacara.
Dukungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat menjalankan tradisi keagamaan sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Satria berharap seluruh rangkaian karya yadnya dapat berlangsung lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat nilai kebersamaan serta keharmonisan kehidupan.
Ia juga berharap pelaksanaan upacara tersebut senantiasa meneguhkan ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta lingkungan alam.
Melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong pelestarian adat dan budaya Bali agar tetap hidup serta menjadi landasan bagi kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan berkelanjutan. (kbs)

