BerandaDaerahPariwisata Bali Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Global, Gubernur Koster Pastikan  Bali...

Pariwisata Bali Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Global, Gubernur Koster Pastikan  Bali Tetap Aman dan Semakin Nyaman Dikunjungi

Kunjungan Wisatawan Mancanegara per September 2026 tembus 5,2 Juta Orang

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster.

Gianyar, KabarBaliSatu

Sektor pariwisata Bali terbukti tangguh menghadapi guncangan geopolitik global dan dinamika persaingan internasional sepanjang tahun 2026. Meski sempat mengalami penurunan angka kedatangan akibat imbas krisis ketegangan di kawasan Selat Hormuz pada Februari dan Maret lalu, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata kini telah pulih sepenuhnya dan mencatatkan pertumbuhan positif.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan bahwa akumulasi kunjungan wisman yang masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai per 30 September 2026 telah menembus angka 5,2 juta orang. Kedatangan harian wisman saat ini tercatat sangat stabil berada di kisaran 20.000 hingga 24.000 orang per hari, dengan rata-rata tingkat hunian hotel (occupancy rate) mencapai 70 hingga 80 persen, bahkan melampaui 90 persen di sejumlah hotel berbintang kawasan Nusa Dua.

“Sempat terganggu di bulan Februari dan Maret karena isu Selat Hormuz, turun sempat. Tapi Astungkara sudah pulih, turun sempat lalu naik, dan sekarang sudah naik lagi secara keseluruhan. Tahun 2025 jumlah wisatawan asing 7.050.000 lewat udara, dan tahun 2026 ini kira-kira akan di atas capaian tahun 2025,” ujar Koster saat memberikan arahan di Pura Dang Khayangan Er Jeruk, Gianyar, Sabtu (10/10/2026).

Pemulihan sektor pariwisata ini berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan daerah. Hingga akhir September 2026, realisasi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) se-Bali telah mencapai Rp4,6 triliun, meningkat hingga Rp500 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). Kabupaten Badung menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut dengan menyumbang Rp400 miliar dari total kenaikan PHR se-Bali.

Di tengah makin sengitnya persaingan destinasi wisata global dan ketidakpastian iklim geopolitik dunia, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran kepolisian, TNI, serta pemerintah kabupaten/kota terus melakukan mitigasi dan pengelolaan risiko secara komprehensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Bali tetap menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi.

“Lawan Bali ini makin banyak, isu geopolitik dan geoekonomi luar negeri harus terus kita kelola. Tapi tiang pastikan Bali aman, gangguan ada tetapi bisa kita kelola dengan baik atas restu alam dan kerja keras bersama. Mendeteksi ekonomi Bali itu mudah, tiap hari catat saja wisatawannya. Kalau stabilnya tinggi, ekonominya bagus,” tegasnya.

Gubernur Koster menambahkan bahwa penguatan citra Bali sebagai destinasi aman dan ramah lingkungan juga diperkokoh melalui penetapan kawasan rendah emisi Kerthi Bhumi Satwika. Kebijakan strategis ini meyakinkan masyarakat internasional bahwa Bali tidak hanya aman dari potensi gangguan keamanan, tetapi juga berkomitmen penuh menjaga kualitas lingkungan hidup dan keharmonisan budaya untuk keberlanjutan masa depan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini