BerandaPolitikHUT ke-25 Partai Demokrat, Lomba Kerakyatan Demokrat Denpasar Disambut Antusias: Dari Tawa...

HUT ke-25 Partai Demokrat, Lomba Kerakyatan Demokrat Denpasar Disambut Antusias: Dari Tawa Anak-Anak hingga Pesan Menjaga Alam

Gus Cilik Tegaskan Komitken Demokrat Lestarikan Alam Bali, Wujud Nyata Tri Hita Karana! Gerakan Langit Biru Agar Langitnya Tidak Abu-Abu

Foto: Suasana kebersamaan dan kemeriahan Lomba Kerakyatan yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Denpasar pada Minggu 23 Augustus 2026 di Sekretariat Kantor DPC Demokrat Denpasar dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat.

Denpasar, KabarBaliSatu

Suasana meriah menyelimuti Lomba Kerakyatan yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Denpasar pada Minggu 23 Augustus 2026 di Sekretariat Kantor DPC Demokrat Denpasar dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat. Bukan hanya kader dan simpatisan, berbagai elemen masyarakat turut larut dalam kegembiraan, termasuk anak-anak yang datang dengan semangat dan wajah penuh keceriaan.

Tarik tambang, makan kerupuk, membawa kelereng, menangkap belut, hingga berbagai permainan rakyat lainnya menjadi magnet yang menghidupkan suasana. Tawa pecah, sorak-sorai terdengar, sementara anak-anak berlarian dengan riang seolah mengembalikan ingatan pada kesederhanaan permainan masa lalu.

Di balik kemeriahan itu, terselip harapan sederhana dari masyarakat. Di usia yang ke-25, Partai Demokrat diharapkan semakin matang, semakin dekat dengan rakyat, dan tidak berhenti memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar sekaligus anggota DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Asmara Putra atau Gus Cilik, tampak membaur bersama peserta. Ia menyapa warga, berbincang dengan peserta, dan menikmati suasana lomba yang berlangsung penuh keakraban.

Ketua Panitia Lomba Kerakyatan, Wayan Sudarsa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Partai Demokrat untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan soliditas kader partai berlambang bintang mercy tersebut.

Gus Cilik menuturkan, Lomba Kerakyatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada 9 September mendatang.

Namun, rangkaian peringatan tersebut tidak berhenti pada kemeriahan lomba. Partai Demokrat juga membawa pesan yang lebih panjang: kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga ruang hidup bersama.

Menurut Gus Cilik, berbagai kegiatan lingkungan untuk melestarikan Alam Bali telah dilakukan secara konsisten, mulai dari penanaman pohon, bersih pantai, penebaran benih ikan hingga pelepasan tukik. Hal ini sebagai bentuk nyata mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana.

“Ya, kita sudah lakoni itu semua. Penanaman pohon, bersih pantai, menebar benih ikan, melepas tukik. Untuk di Denpasar dilakukan tanggal 23 ini, sebelum puncak perayaan pada 9 September mendatang. Gerakan Langit Biru agar langitnya tidak abu-abu,” ujar Gus Cilik didampingi jajaran pengurus dan Anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Demokrat Made Sukarmana.

Bagi Gus Cilik, Gerakan Langit Biru bukan sekadar kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Di tengah persoalan sampah dan ancaman banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah Kota Denpasar, masyarakat diajak kembali membangun kesadaran dari hal-hal sederhana. Memilah sampah, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga pantai, serta mempertahankan keberadaan pepohonan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

“Kita kembali berterima kasih terhadap alam dengan aksi menanam pohon, melepas burung, menebar ikan, serta mengatasi permasalahan sampah dengan mengedukasi masyarakat agar bisa memilah sampah. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke pantai. Hindari penebangan pohon agar banjir di Kota Denpasar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Pesan itu sekaligus menjadi upaya menghubungkan gerakan politik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Alam tidak hanya menjadi latar tempat manusia hidup, tetapi juga bagian dari keseimbangan yang harus dirawat bersama.

Gus Cilik mengatakan, gerakan tersebut sejalan dengan kearifan lokal Bali dan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini juga sebagai wujud komitmen penerapan Tri Hita Karana, menciptakan hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan dengan alam,” pungkasnya.

Gerakan Langit Biru yang diprakarsai DPD Partai Demokrat Bali dan menjadi bagian dari Indonesia ASRI itu mencakup berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Mulai dari membersihkan kawasan pesisir dan danau, menanam pohon, melepas tukik, menebar benih ikan hingga melepasliarkan burung.

Kegiatan tersebut melibatkan kader partai, pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat.

Jika lomba rakyat menghadirkan tawa dan kegembiraan, Gerakan Langit Biru membawa pesan yang lebih sunyi namun penting: bahwa masa depan kota tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam.

Sebab, seperti tawa anak-anak yang memenuhi arena lomba, lingkungan yang bersih dan lestari adalah warisan yang semestinya tetap bisa dinikmati generasi berikutnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini