Foto: Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Partai Hanura se-Bali di Harris Hotel & Conventions Denpasar pada Minggu (2/8/).
Denpasar, KabarBaliSatu
Partai Hanura resmi memulai langkah konsolidasi politiknya di Pulau Dewata menjelang tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Hal ini ditandai dengan digelarnya Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Partai Hanura se-Bali di Harris Hotel & Conventions Denpasar pada Minggu (2/8/2026).
Momentum pelantikan serentak ini menjadi pijakan awal penguatan struktur organisasi partai dari tingkat provinsi hingga kecamatan untuk menghadapi tahapan verifikasi partai politik serta kontestasi mendatang.
Acara konsolidasi nasional di tingkat daerah tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, jajaran KPU Provinsi Bali, pengurus DPP Partai Hanura, serta perwakilan dari sejumlah partai politik.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, Gde Wirajaya Wisna, menjelaskan bahwa pembenahan internal dan penguatan organisasi menjadi fokus utama sebelum memasuki tahapan verifikasi parpol oleh KPU. Saat ini, kepengurusan di Bali telah terbentuk secara menyeluruh hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kabupaten/kota melalui rangkaian roadshow intensif dan pembenahan sekretariat.
“Kami sudah membentuk kepengurusan sampai tingkat PAC dengan total 57 PAC di Bali. Saat ini kami fokus memastikan seluruh struktur siap menghadapi verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual sesuai tahapan KPU. Setelah struktur kuat, baru kami bergerak lebih masif ke masyarakat,” ujar Gde Wirajaya Wisna.
Selain pembenahan internal, Hanura Bali mulai merancang strategi khusus untuk menggaet suara pemilih muda atau Generasi Z yang diproyeksikan bakal mendominasi komposisi pemilih pada Pemilu 2029. Pendekatan politik akan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan generasi tersebut.
Langkah ini sejalan dengan target ambisius Hanura Bali untuk mengembalikan kejayaan politiknya seperti periode terdahulu. Meski saat ini telah mengamankan enam kursi di Bali, partai berkomitmen melakukan perluasan keterwakilan di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.
“Kami pernah memiliki kekuatan politik yang besar di Bali, bahkan hampir seluruh kabupaten/kota memiliki fraksi dan unsur pimpinan. Itu menjadi target kami kembali. Hanura hadir dengan program yang berpihak kepada masyarakat agar semakin dekat dan kembali menjadi pilihan rakyat Bali,” tambah Wirajaya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menegaskan bahwa prosesi pelantikan ini merupakan titik awal kerja politik yang sesungguhnya. Partai Hanura membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kalangan profesional.
Rio menekankan bahwa indikator kekuatan partai terletak pada gagasan dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar jumlah kader. Mengingat posisi strategis Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia, kader Hanura diwajibkan berkolaborasi aktif menjaga pariwisata, budaya, dan lingkungan. Terkait keterwakilan perempuan, ia mendorong peran yang substantif dan bukan sebatas pemenuhan kuota administratif 30 persen semata.
Ia pun memberikan penegasan keras mengenai filosofi keberadaan partai di daerah. “Kalau Hanura tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, saya katakan tutup saja Hanura di Bali. Yang dibutuhkan rakyat bukan sekadar bertambahnya partai politik, tetapi partai yang memiliki gagasan besar dan benar-benar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Patrice Rio Capella. (kbs)

