BerandaDaerahGubernur Koster Ajak Investor Global Dukung Bali Net Zero Emission 2045

Gubernur Koster Ajak Investor Global Dukung Bali Net Zero Emission 2045

Indonesia Climate Leadership Luncheon Jadi Ajang Pemprov Bali Paparkan Strategi Pembangunan Rendah Karbon, Buka Peluang Investasi pada Sektor Energi Terbarukan, Transportasi Rendah Emisi, Perdagangan Karbon, Hingga Pariwisata Berkelanjutan

Foto: Pertemuan Gubernur Koster dengan Kadin Indonesia, Kadin Inggris, OJK, Dubes Inggris, Dubes Indonesia, anggota parlemen dan tokoh dalam acara Indonesia Climate Leadership Luncheon pada 25 Juni 2026 pukul 12.30–13.30 di London, United Kingdom (UK). 

 

United Kingdom, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Indonesia Climate Leadership Luncheon pada 25 Juni 2026 pukul 12.30–13.30 di London, United Kingdom (UK) . Forum tersebut menjadi wadah bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk memaparkan berbagai kebijakan strategis dalam mewujudkan target Bali Net Zero Emission 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibanding target nasional pada 2060.

Acara tersebut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat, Ketua OJK RI Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Anggota House of Commons Graham Stuart MP, Anggota House of Lords Lord Ed Udny-Lister, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta berbagai mitra dari sektor bisnis dan keuangan, di antaranya Kadin Indonesia, Equatorise, Gold Standard, Tellus Conservation, Rubicon Carbon, dan GFANZ.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Wayan Koster memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon secara signifikan. Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dijalankan sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian Bali Net Zero Emission 2045.

Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan meliputi transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan, percepatan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang difokuskan pada perkantoran pemerintah dan swasta, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas umum di seluruh area publik. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai, serta mendorong penerapan sistem pertanian organik.

Pada forum tersebut, Gubernur Wayan Koster juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan hijau di Bali. Kesempatan investasi ditawarkan pada berbagai sektor strategis, meliputi pengembangan energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, serta pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Bali sebagai daerah yang memimpin percepatan transisi menuju ekonomi hijau sekaligus menjadi contoh pencapaian target net zero emission di Indonesia. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini