Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu).
Karangasem, KabarBaliSatu
Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan tahun 2026 menjadi momentum yang istimewa bagi masyarakat Karangasem. Selain merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma, masyarakat Bumi Lahar juga tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-386 Kota Amlapura yang dirangkaikan dengan kemeriahan Karangasem Festival.
Di tengah suasana religius yang berpadu dengan semarak pesta budaya dan rakyat tersebut, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) mengajak masyarakat menatap masa depan dengan optimisme melalui slogan yang kini menjadi semangat bersama: “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa.”
Bagi Gus Par, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan mentalitas yang harus dimiliki seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah di tengah perubahan zaman dan ketidakpastian global.
“Tantangan yang kita hadapi ke depan memang tidak ringan. Karena itu, slogan ‘Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa’ harus tertanam kuat dalam diri kita semua. Mari jadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan, serta HUT ke-386 Kota Amlapura ini sebagai sumber energi dan semangat untuk terus bergotong royong, saling mendukung, dan bergerak maju bersama,” ujar Gus Par.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Karangasem tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Semangat kebersamaan menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan ekonomi global yang masih dirasakan hingga saat ini.
Gus Par menilai penyelenggaraan Karangasem Festival merupakan salah satu bukti nyata kekuatan masyarakat Karangasem dalam mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus mempererat persatuan.
“Di tengah tekanan ekonomi dunia yang begitu besar, mari kita bersatu dan menghilangkan ego demi membangun Karangasem. Hari Suci Galungan dan Kuningan adalah momentum sakral untuk memenangkan dharma dalam diri masing-masing. Kemenangan spiritual itulah yang harus kita jadikan modal sosial dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi,” tegasnya.
Melalui perpaduan nilai-nilai spiritual, budaya, dan semangat kebersamaan yang hadir dalam perayaan Galungan, Kuningan, serta Karangasem Festival, duet kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu berharap masyarakat mampu mengesampingkan perbedaan dan ego sektoral demi kemajuan daerah.
Momentum bersejarah ini juga diharapkan menjadi suntikan energi baru bagi seluruh komponen masyarakat dan birokrasi untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat kemandirian Karangasem di masa mendatang.
Menutup pesannya, Gus Par dan Guru Pandu atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu, sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kota Amlapura yang memasuki usia ke-386 tahun.
Kedua pemimpin tersebut berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan keselamatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Karangasem serta Bali pada umumnya.
“Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan Warsa 2026. Selamat Hari Ulang Tahun ke-386 Kota Amlapura tercinta. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan kerahayuan bagi kita semua. Om Shanti, Shanti, Shanti Om,” tutup Gus Par dan Guru Pandu. (kbs)

