Foto: Ilustrasi ketahanan pangan.
Jakarta, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, mendorong penguatan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap barang impor. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian, khususnya di sektor pangan.
Hal tersebut disampaikan Demer saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food beserta seluruh subholding pada Senin 30 Maret 2026 dengan agenda evaluasi kinerja korporasi tahun 2025 dan roadmap pengembangan usaha tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Demer menekankan pentingnya peran ID Food sebagai motor penggerak dalam pengembangan produksi nasional. Ia berharap perusahaan BUMN pangan itu tidak hanya fokus pada aspek distribusi dan penjualan, tetapi juga aktif mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan alam yang tidak dimiliki banyak negara lain. Dengan kondisi tanah yang subur, sinar matahari sepanjang tahun, serta keberagaman geografis dari dataran tinggi hingga rendah, peluang untuk meningkatkan hasil pertanian sangat terbuka lebar.
“Kalau kita kelola dengan baik, kita bisa tanam apa saja. Bahkan untuk tanaman musiman, kita bisa panen hingga tiga kali dalam setahun. Ini keunggulan yang harus dimanfaatkan,” ujar Demer.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara produksi dan permintaan pasar. Menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan strategi penyerapan hasil yang tepat, agar tidak menimbulkan persoalan baru di sisi distribusi dan penjualan.
“Produksi tidak bisa berdiri sendiri. Kalau demand rendah, itu juga akan jadi masalah. Ini perlu jadi kajian bersama agar produksi dan pasar berjalan seimbang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Demer mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi sektor pangan saat ini tidak ringan. Oleh karena itu, ia menilai ID Food memiliki tugas besar untuk memastikan ketahanan dan kemandirian pangan nasional dapat terwujud melalui strategi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia pun optimistis, dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi berbagai pihak, peluang Indonesia untuk menjadi negara yang mandiri secara pangan bukan hal yang mustahil. (kbs)

