BerandaDaerahGubernur Koster Genjot Event Olahraga dan Perluas Jaminan Sosial, Pemuda Bali Dipacu...

Gubernur Koster Genjot Event Olahraga dan Perluas Jaminan Sosial, Pemuda Bali Dipacu Lebih Kompetitif

Foto: Ilustrasi olahraga.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas generasi muda melalui penguatan sektor olahraga sekaligus memperluas perlindungan sosial bagi rohaniawan dan pekerja migran asal Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-28 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di DPRD Bali, Rabu (25/3/2026). Koster menekankan, pembangunan Bali tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Event olahraga harus ditingkatkan kualitasnya agar mampu mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi,” ujarnya.

Event Olahraga Diperkuat

Pemerintah Provinsi Bali akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan berbagai ajang olahraga seperti Porsenijar dan Porprov. Selain itu, berbagai kompetisi lintas cabang olahraga juga akan didorong melalui ajang Gubernur Cup, mulai dari sepak bola, pencak silat, basket hingga renang.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet Bali, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita ingin atlet-atlet Bali semakin berprestasi dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Koster.

Jaminan Sosial untuk Rohaniawan

Di bidang jaminan sosial, Koster menegaskan pentingnya perlindungan bagi para rohaniawan dari berbagai agama, seperti ulama, pendeta, pastor, sulinggih, pemangku hingga biksu.

Program jaminan sosial ini akan kembali diperluas untuk memastikan para rohaniawan mendapatkan perlindungan yang layak, mengingat peran mereka yang vital dalam menjaga keseimbangan spiritual masyarakat.

“Mereka memiliki tugas mulia mendoakan alam dan kehidupan. Sudah seharusnya kita memberikan perlindungan,” tegasnya.

Perkuat Daya Saing PMI Krama Bali

Selain itu, Pemprov Bali juga meningkatkan perhatian terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali atau PMI Krama Bali. Koster menyebut tenaga kerja asal Bali memiliki reputasi tinggi di berbagai negara, mulai dari sektor pariwisata, spa hingga industri kapal pesiar.

Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan kualitas dan daya saing PMI melalui pelatihan keterampilan bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja.

“PMI Krama Bali dikenal disiplin dan berkualitas. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya.

Tekan Pengangguran dan Perketat Pengawasan

Koster juga menargetkan penurunan angka pengangguran melalui perluasan lapangan kerja. Di sisi lain, pengawasan terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri akan diperketat.

Langkah ini diambil untuk mencegah praktik penipuan dan pelanggaran yang merugikan calon pekerja migran asal Bali.

“Perusahaan nakal akan ditindak tegas. Kita tidak ingin anak-anak Bali menjadi korban,” tegasnya.

Fokus pada SDM Berkualitas

Koster menegaskan, penguatan sektor olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya membangun SDM Bali yang unggul, berdaya saing, dan terlindungi.

“Kita ingin generasi muda Bali tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan yang terjamin,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini