BerandaNasionalDemer Soroti Divestasi dan Arah Transformasi ID Food, Tekankan Peran Strategis Tekan...

Demer Soroti Divestasi dan Arah Transformasi ID Food, Tekankan Peran Strategis Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer.

Jakarta, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menyoroti proses divestasi dan arah transformasi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran direksi dan seluruh subholding pada Senin 30 Maret 2026. Ia menekankan pentingnya transparansi proses divestasi, termasuk dampaknya terhadap penurunan aset perusahaan.

Dalam forum tersebut, Demer mempertanyakan sejauh mana realisasi divestasi telah berjalan dan apakah penurunan aset ID Food saat ini merupakan konsekuensi langsung dari langkah tersebut. Menurutnya, konsolidasi keuangan yang dilakukan seharusnya membuat ID Food menjadi lebih atraktif dan fokus pada tujuan utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Kalau divestasi sudah berjalan, tentu penurunan aset harus dijelaskan. Tapi di sisi lain, konsolidasi ini justru peluang agar ID Food lebih kuat dan fokus pada perannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Demer menegaskan bahwa ID Food harus kembali pada fungsi utamanya sebagai agent of development. Ia mengkritisi praktik BUMN yang dinilai justru menghambat pertumbuhan ekonomi karena bersaing langsung dengan pelaku usaha swasta, bahkan kerap mendapatkan privilese tertentu.

“Jangan sampai BUMN berbicara sebagai agen pembangunan, tapi justru menghambat ekonomi. Kalau sektor itu sudah bisa dijalankan swasta, berikan ruang. Jangan dimonopoli,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dengan memberi peluang lebih besar kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hanya bisa tercapai jika seluruh pelaku usaha mendapatkan ruang yang adil untuk berkembang.

Dalam kesempatan itu, Demer turut meminta penjelasan terkait program Warung Pangan serta potensi kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia ingin memastikan bahwa berbagai inisiatif tersebut benar-benar berkontribusi terhadap stabilitas harga dan pengendalian inflasi.

Demer juga mengingatkan bahwa tekanan global, termasuk konflik geopolitik seperti ketegangan di Iran, berpotensi memicu inflasi. Oleh karena itu, ia mendorong ID Food untuk menyiapkan langkah strategis guna menekan gejolak harga pangan.

“ID Food bisa menjadi kendaraan utama untuk mengurangi tekanan inflasi. Kalau belum ada langkah konkret, saya minta segera dipersiapkan,” katanya.

Terkait penguatan permodalan, Demer menilai skema capital injection kini lebih fleksibel dengan kehadiran Danantara, sehingga ID Food memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha tanpa tergantung sepenuhnya pada mekanisme lama melalui APBN.

Ia juga menekankan pentingnya fokus pada sektor-sektor strategis yang mendukung ketahanan pangan. Unit usaha yang dinilai tidak produktif atau justru mengganggu pelaku usaha kecil, menurutnya, sebaiknya dilepas atau dihentikan.

“Kalau tidak produktif dan mengganggu usaha kecil, lebih baik dilepas. Fokus saja pada hal-hal yang benar-benar berdampak pada ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Demer mendorong ID Food untuk lebih aktif mengembangkan potensi dalam negeri, termasuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat swasembada pangan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari lahan subur hingga iklim yang memungkinkan panen hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini menjadi peluang besar yang harus dimaksimalkan.

“Kita punya semua—lahan, matahari sepanjang tahun, dan potensi panen berulang. Tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik. Di sinilah peran strategis ID Food,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini