Foto: Putri Koster saat menggelar ramah tamah bersama para pelaku teater Bali di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (27/3/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Dalam rangka memperingati Hari Teater Sedunia yang jatuh pada 27 Maret 2026, Ibu Putri Koster menggelar ramah tamah bersama para pelaku teater Bali. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (27/3/2026) itu menjadi momentum mempererat jejaring sekaligus menguatkan semangat berkesenian di Pulau Dewata.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Teater Selem Putih, kelompok teater yang digagas oleh sastrawan dan sineas Bali, Putu Satria Kusuma.
Dalam suasana hangat tersebut, Putri Koster yang juga dikenal sebagai pegiat seni, mendorong para seniman teater—khususnya di ranah modern dan kontemporer—untuk lebih berani berekspresi dan menghadirkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, teater Bali harus mampu beradaptasi dengan selera masyarakat tanpa kehilangan identitas budaya lokal. Cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dinilai menjadi kunci untuk menarik perhatian publik.
“Ke depan, kita harus memahami selera masyarakat Bali. Angkat cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, lalu kemas dalam bingkai kesenian modern,” ujarnya.
Ia juga menyoroti belum seimbangnya perkembangan antara seni tradisional dengan seni modern dan kontemporer di Bali. Selama ini, seni tradisional dinilai lebih dominan dan telah mendapat pengakuan luas hingga tingkat internasional, sementara seni modern/kontemporer masih perlu ruang lebih untuk berkembang.
Padahal, menurutnya, seni modern dan kontemporer Bali memiliki potensi besar karena berakar dari tradisi dan budaya yang sama.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan Festival Seni Bali Jani sebagai wadah bagi para seniman modern dan kontemporer untuk menampilkan karya mereka secara lebih luas dan berkelanjutan.
Ia pun berharap festival tersebut terus digelar setiap tahun dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat Bali.
Tak hanya itu, Putri Koster juga mengajak generasi muda untuk turut ambil bagian dalam mengembangkan seni modern dan kontemporer. Salah satu langkah yang tengah dirancang adalah menghidupkan kembali Lomba Drama Modern sebagai ruang ekspresi kreatif bagi anak muda Bali di dunia teater. (kbs)

