BerandaDaerahGilimanuk Macet Parah Saat Mudik Lebaran dan Nyepi, Gubernur Koster Janji Lakukan...

Gilimanuk Macet Parah Saat Mudik Lebaran dan Nyepi, Gubernur Koster Janji Lakukan Evaluasi

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan rakor bersama Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan dan semua pihak terkait (Forkopimda).

Jembrana, KabarBaliSatu

Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi perhatian publik saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri beririsan dengan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi di Bali. Menyikapi kondisi itu, Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Gubernur Koster menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali sejatinya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini, jauh sebelum puncak arus mudik terjadi dalam sepekan terakhir. Upaya tersebut dilakukan sesuai kewenangan daerah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Menurut Koster, langkah awal yang ditempuh adalah menggelar rapat koordinasi bersama Polda Bali, Pangdam IX/Udayana, Dinas Perhubungan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rapat tersebut difokuskan untuk memetakan potensi kepadatan arus kendaraan, khususnya di jalur strategis menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi itu, Polda Bali kemudian membentuk sejumlah posko pengamanan dan menurunkan petugas untuk mengatur lalu lintas di jalur Gilimanuk-Mengwi. Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry yang berada di bawah Kementerian Perhubungan RI juga telah menambah jumlah kapal penyeberangan dari Gilimanuk menuju Ketapang guna mengimbangi lonjakan kendaraan yang keluar dari Bali.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, antrean kendaraan tetap mengular hingga menyebabkan kemacetan panjang ke arah pelabuhan. Atas situasi tersebut, Koster menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Atas terjadinya kemacetan yang panjang ke arah Pelabuhan Gilimanuk akibat lamanya antrean penyeberangan Gilimanuk ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” ujar Koster.

Gubernur Bali dua periode itu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan saran terkait penanganan kemacetan tersebut. Menurutnya, berbagai masukan itu akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pengaturan arus mudik pada masa mendatang.

“Kritik dan saran ini akan kami pakai sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Diketahui, kepadatan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis, 19 Maret 2026, yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21 dan 22 Maret 2026. Tingginya volume kendaraan yang terpusat di titik tersebut membuat kawasan Gilimanuk menjadi salah satu simpul kemacetan paling padat selama periode libur besar ini. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini